Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Data Center (Pusat Data)

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Data Center (Pusat Data)

Apa itu Data Center?  Pada era digital ini, istilah Data Center sering terdengar di berbagai Platform, misalnya saja di Media Sosial, Website portal berita dan masih banyak lagi. Kalian sendiri pun pasti pernah mendengar istilah ini secara tidak sengaja.

Bagi yang berkecimpung dalam dunia IT tentu istilah Data Center bukanlah suatu yang asing lagi, sebab Data Center merupakan bagian yang terpenting dalam dunia IT. 

Atau mungkin orang yang pernah atau sedang bekerja di suatu perusahaan, dimana perusahaan tempat ia bekerja memiliki Data Center. Meskipun bukan orang IT biasanya ia paham atau setidaknya punya gambaran tentang Data Center.

Namun yang masih awam dalam dunia teknologi, istilah Data Center mungkin masih banyak yang belum tau, walaupun mungkin saja sudah pernah mendengarnya. 

Nah pada artikel kali ini, akan di jelaskan dengan rinci mengenai apa itu Data center. Mulai dari pengertiannya, fungsi, pengguna, jenis, klasifikasi dan tentu contoh penyedia layanan Data Center di Indonesia, sehingga kalian semua dapat dengan mudah memahaminya. 

Baca juga: Pengertian Dari Perangkat Lunak, sejarah, Fungsi, Jenis dan Contohnya

A. Pengertian Data Center

Kata Data Center jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti pusat data atau dengan makna lain sebagai tempat menyimpan data.

Jika dilihat lebih dalam Data Center adalah sebuah  tempat atau bangunan khusus yang digunakan untuk menempatkan suatu sistem komputer yang memiliki kapasitasnya sangat besar dan komponen komponen pendukungnya, seperti sistem penyimpanan dan saluran komunikasi.

Dengan adanya Data Center pengguna dapat melakukan penyimpanan, memproses, melakukan pengaturan dan penyebarluasan data mereka dalam skala yang amat besar. 

Pada umumnya Data Center harus didukung dengan pasokan daya listrik tanpa henti. Pasokan listrik tidak boleh terputus sesingkat apapun, hal itu dikarenakan Data Center harus beroperasi terus menerus 24 jam non stop.

Data center juga harus didukung saluran komunikasi tanpa terputus sesingkat apapun, ini bertujuan agar Data Center dapat di akses kapanpun dan dimanapun. 

Saat beroperasi secara terus menurus Data Center akan menghasilkan panas yang tinggi, oleh sebab itu Data Center juga harus di dukung sistem pending yang memadai. Suhu, kelembapan dan lainnya di dalam Data center harus bisa di kendalikan dengan baik.

Kemudian Data Center juga harus di dukung dengan sistem keamanan yang kuat, keamanan disini bisa keamanan fisik maupun akses ke dalam Data center. Keamanan sangat penting, untuk melindungi data dan sesuatu lain di dalam Data Center.


B. Fungsi Data Center

Fungsi terpenting dari Data Center adalah sebagai tempat server untuk Website dan database.  Dimana di dalamnya terdapat ratusan bahkan ribuan server yang tersusun rapi di rak-rak yang sudah disediakan. 

Fungsi lain Data Center ialah sebagai penyimpan, pemrosesan, dan distribusi data dalam jumlah besar, Data center  akan menyimpan cadangan (backup) data dalam jumlah yang sangat besar, sehingga pengguna  tidak perlu khawatir akan kehilangan data.

Selain itu Data Center  juga dapat berperan sebagai principal repositories. Maksudnya, Data center akan memenuhi segala kebutuhan terkait infrastruktur meliputi subsistem storage, server, router, firewall, networking switches, dan lain sebagainya.


C. Pengguna Data Center 

Untuk pengguna Data Center sebenarnya boleh siapa saja, alias tidak ada batasan apapun. Namun biasanya pengguna Data Center adalah suatu organisasi atau perusahaan. 

Organisasi atau perusahaan tersebut menggunakan Data Center untuk menyimpan data-data mereka  dengan aman tanpa khawatir akan kehilangan data tersebut, serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun.. 

Contohnya adalah Perusahaan perbankan, Hampir semua perusahaan perbankan membutuhkan Data Center, apalagi jika perusahaan perbankan ber- skala besar. 

Dalam perusahaan perbankan, dengan adanya Data Center maka sistem operasi perusahaan bisa dijalankan dengan lebih muda. Perusahaan bisa menyimpan data nasabah dan bisa mengakses-nya kapan saja. Selain itu Data Center dibutuhkan untuk kegiatan transaksi online nasabah dengan pihak perbankan terkait.

Contoh lain adalah perusahaan Game. Kita ketahui bahwa pencinta game online saat ini mengalami peningkatan yang sangat pesat, hal ini membuat para pelaku usaha game online harus menggunakan Data Center lebih banyak. 

Data Center menjadi tempat penyimpanan data game sehingga pemain game atau para gamer bisa bermain game online dengan mudah tanpa ada gangguan kapan saja dan dimana saja yang mereka inginkan.


D. Komponen Data Center 

Dari penjelasan sebelumnya seperti pengertian dan fungsi Data Center, kalian pasti sudah punya gambaran mengenai komponen-komponen yang ada di dalam Data Center. 

Nah untuk lebih memperjelas mengenai komponen-komponen apa saja yang ada pada Data Center, saya akan mencoba menjabarkan-nya agar lebih mudah untuk di pahami.

Berikut komponen-komponen umum Data Center:

  1. Computing Equipment

    Yang pertama adalah Computing equipment atau peralatan komputasi, komponen ini meliputi desktops, servers, dan racks yang disusun dengan rapi di dalam bangunan Data Center.

  2. Network System

    Selanjutnya ialah Network System (sistem jaringan) meliputi seperti routers, switches, modem, kabel, serta komponen lainnya.

    Komponen ini digunakan untuk menghubungkan menghubungkan pusat data dengan server, storage, hingga ke pengguna atau user.

  3. Storage

    Data Center tak bisa lepas dengan Storage atau penyimpanan. Storage akan digunakan untuk menyimpan semua data dan mem-backup data untuk cadangan apabila terjadi sesuatu.

    Komponen storage pada Data Center bisanya terdiri dari hard disk drives (HDD) dan solid state drive (SSD) atau bentuk penyimpanan lainnya.

  4. Daya / Power Capacity

    Daya atau Power Capacity memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada Data Center yang di pasok secara terus menerus tanpa terhenti sesingkat apapun.

    Komponen Daya/Power Capacity meliputi sumber daya listrik utama, daya listrik cadangan, hingga generators untuk memastikan bahwa aliran listrik tidak akan terhenti.


  5. Cooling System

    Cooling System atau sistem pendingin. Sistem pendingin pada Data Center meliputi seperti AC ruang komputer, ventilasi ,dan komponen lain yang berhubungan dengan sistem pendingin.

    Sistem pendingin difungsikan untuk mengontrol panas yang ditimbulkan dari komponen-komponen lain Data Center, yang beroperasi non stop.   

  6. Keamanan

    Data Center harus memiliki keamanan yang kuat, agar tidak ada hal yang dapat merugikan seperti pencurian data, dan sesuatu yang dapat menyebabkan Data Center mengalami gangguan.

    Keamanan Data Center berupa keamanan fisik, contohnya petugas keamanan, kamera CCTV dan lain-lainnya.

    Sementara keamanan lainnya adalah keamanan akses  atau  keamanan digital, misalnya  firewall dan lain-lainnya) 

E. Jenis Data Center 

Data Center ternyata juga memiliki beberapa jenis, yang dibedakan menurut pengelolaannya. Untuk lebih jelasnya berikut jenis-jenis Data Center:

  1. Enterprise Data Centers

    Data Center jenis ini merupakan Dat Center yang di bangun, dikelola dan di tempatkan dekat dengan suatu perusahaan. Atau dengan kata lain merupakan Data Center yang di miliki suatu perusahaan itu sendiri.

    Semua sumber daya, fasilitas yang di perlukan pada dan komponen lain seperti sistem keamanan, sistem pendingin dan komponen lain yang berhubungan dengan Data Center, benar-benar ditanggung sendiri oleh pengelola (perusahaan).

    Kelebihan jenis Data Center ini adalah dapat dibangun dan dikembangkan sesuai kebutuhan, serta pengelola (perusahaan) memiliki akses dan kontrol sepenuhnya.

    Sementara Kekurangannya adalah membutuhkan biaya yang sangat besar.

  2. Colocation Data Centers

    Colocation jika di terjemahkan (via google translate) ke bahasa Indonesia berarti “lokasi bersama”, maka dengan kata lain  Data Center jenis ini merujuk pada perusahaan yang menyediakan layanan penempatan perangkat server. Perusahan ini menyediakan atau menyewakan space di Data Center-nya.

    Space tersebut juga termasuk fasilitas dan infrastruktur yang di butuhkan Data Center. Misalnya sistem keamanan, sistem jaringan, sistem pendingin, dan fitur-fitur lain yang di perlukan.

    Keuntungan menggunakan Data Center jenis ini adalah dapat menghemat biaya, karena berbagi infrastruktur Data Center dengan perusahaan lain.

    Colocation Data Centers memiliki kekurangan, yaitu masalah lokasi. Biasanya Data Center jenis ini berbasis atau berlokasi di kota-kota besar. Jika perusahaan kita berada di daerah yang jauh, maka kita harus meluangkan waktu untuk menjangkau lokasi tersebut.

    Selain itu kelemahan Colocation Data Centers juga pada kontrol-nya, dimana perusahaan penyedia memiliki aturan yang harus diikuti. Maksudnya akses kontrol ke Data Center kita benar-benar dibatasi, kita tidak bisa mengakses dan mengontrol server sendiri dengan bebas.

    Ada dua pilihan yang ditawarkan oleh Colocation Data Centers pada umumnya, yaitu: retail dan wholesale.

    Retail diperuntukkan bagi yang menyewa space dalam jumlah yang sedikit (sepuluh penempatan racks), sementara wholesale di-peruntukan bagi yang membutuhkan atau menyewa dalam space yang lebih besar

  3. Hyperscale Data Centers

    Jenis atau tipe Data Center ini menawarkan kemudahan dalam meningkatkan skala-nya. Caranya dengan menambah daya sistem atau rak beserta komponen perlengkapannya.

    Hyperscale Data Centers mampu menampung jutaan server sekaligus dan mesin virtual. Contoh perusahaan besar dan ternama yang memiliki dan mengoperasikan Data Center jenis ini adalah Google, Microsoft, Amazon Web Services, Facebook, Apple, dan Alibaba.

  4. Managed Services Data Centers

    Managed Services Data Centers hampir mirip dengan Colocation Data Centers, yang membedakan hanyalah pada segi manajemen server.

    Perusahaan penyedia layanan Data Center yang akan bertanggung jawab semuanya atas server kita. Misalnya masalah pemeliharaan yang meliputi backup, pembaruan software, pengecekan driver, dan lain-lainnya.

    Pada intinya pada Managed Services Data Centers, kita atau penyewa hanya tinggal menggunakan saja. Sementara jika pada Colocation Data Centers kita harus masih melakukan pemeliharaan sendiri. 

F. Klasifikasi Data Center

Kemudian Data Center juga memiliki klasifikasi yang mengacu pada standar dan sertifikasi yang sudah ditetapkan, yang didasarkan terhadap level pelayanannya atau yang sering disebut sebagai “tier”.

Klasifikasi Data Center sendiri di bedakan menjadi 4 kelompok atau 4 tier yaitu tier 1 sampai tier 4. semakin tinggi tier maka pelayanan yang di dapat semakin bagus. 

Sebelum menggunakan Data Center kita wajib mengetahui klasifikasi-nya terlebih dahulu, sebab jika kita salah memilih maka akan dapat berdampak pada operasional atau pelayanan sebuah perusahaan.

Berikut klasifikasi Data Center:

  1. Data Center Tier 1 (Basic Site Infrastructure)

    Data Center tier 1 merupakan Data Center yang memiliki kualitas paling rendah jika di bandingkan diantara lainnya. Hal itu disebabkan karena hanya memiliki 1 jalur kelistrikan dan 1 jalur sistem cooling saja.

    Selain itu Data Center tier 1 juga tidak memiliki komponen redundansi (sumber daya cadangan), yang digunakan untuk membackup komponen utama jika terjadi masalah.

    Data Center ini biasanya sering di temukan pada perusahaan kecil yang menggunakan Data Center sendiri. Dimana kemampuannya hanya difokuskan untuk operasional selam jam kerja saja.

    Secara keseluruhan Data Center tier 1 memiliki uptime 99,671% atau dalam setahun mengalami downtime maksimal 28,8 jam.


  2. Data Center Tier 2 (Redundant-capacity component site infrastructure)

    Selanjutnya Data Center tier 2, dimana sebenarnya Data Center ini hampir mirip dengan Data Center tier 1. Bedanya adalah memiliki komponen redundansi  (sumber daya cadangan).

    Contohnya pada pasokan listrik, Data Center tier 2 harus memiliki atau dilengkapi UPS dan generator untuk membackup jika terjadi pemadaman dari PLN.

    Karena sudah memiliki komponen redundansi, waktu downtime Data Center tier 2 lebih singkat yaitu uptime 99,741 atau dalam setahun mengalami downtime maksimal 22 jam. Data Center ini biasanya sering digunakan untuk bisnis atau perusahaan kelas menengah.


  3. Data Center Tier 3 (Concurrently Maintainable Site Infrastructure)

    Data Center tier 3 merupakan data Center berstandar internasional dari segi fasilitas, infrastruktur dan tingkat keamanan.

    Untuk Data Center yang satu ini sudah memiliki lebih dari satu jalur kelistrikan dan sistem cooling, serta komponen redundansi N+1. Jika sistem utama terjadi gangguan akan langsung dapat dibackup. Dengan demikian waktu downtime dapat di tekan.

    Tingkat keamanannya sangat tinggi, karena sudah memiliki sistem keamanan selama 24 jam dan lokasi yang digunakan juga merupakan lokasi yang tidak rentan terhadap bencana.

    Data Center tier 3 memiliki uptime 99,982% atau dalam setahun hanya mengalami downtime maksimal 1,6 jam saja.


  4. Data Center Tier 4 (Fault-tolerant site infrastructure)

    Data Center ini merupakan Data Center yang memiliki kualitas yang terbaik. Secara garis besar sebenarnya Data Center tier 4 hampir sama dengan Data Center tier 3, yang membedakan hanyalah waktu downtime-nya yaitu hanya 30 menit saja dalam setahun, dengan tingkat uptime 99,995%.

    Keamanannya sangat tinggi, karena memiliki keamanan 24 jam yang membuat Data Center tier 4 tidak rentan gangguan yang tidak terencana ataupun yang terencana.

    Data Center ini biasanya dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar dan biasanya juga digunakan untuk layanan online yang sudah memiliki nilai besar pula, misalnya Windows, Apple, dan lain-lainnya. 


G. Contoh Penyedia Layanan Data Center di Indonesia 

Bagi perusahaan Data Center menjadi faktor penting dalam operasional, terutama perusahaan yang bergerak di bidang digital dan financial. Perusahaan tersebut biasanya menggunakan aplikasi berbasis online dan digitalisasi dalam sistem perusahaan.

Setiap organisasi atau perusahaan tentu dapat membangun Data Center mereka sendiri, namun perlu diketahui juga hal tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar.

Bagi organisasi atau perusahaan yang sudah besar mungkin bukan menjadi masalah serius, namun bagi perusahaan yang masih kecil atau dalam tahap berkembang, tentu akan menjadi masalah tersendiri.

Nah berikut contoh penyedia layanan Data Center di Indonesia: 

  1. Biznet Data Center (BDC)

    Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Data Center (Pusat Data)
    Sumber: biznetnetworks.com

    Biznet Data Center (BDC) merupakan perusahaan penyedia layanan Data Center Indonesia yang terkemuka, memiliki dan mengoperasikan tiga (3) pusat data, yang berlokasi di Jakarta, Jawa Barat dan Bali.

    Perusahaan ini menyediakan layanan Tier 3 Colocation Data Center Indonesia. Biznet Data Center (BDC) melakukan ekspansi besar-besaran yaitu menghadirkan upgrade layanan dan fasilitas demi menjawab kebutuhan transformasi digital dari pelaku industri di Indonesia yang meningkat pesat.

    Pusat data pertama Biznet Data Center (BDC) berlokasi di Jakarta dan mulai beroperasi pada tahun 2001. Terletak di jantung Kawasan Pusat Bisnis Jakarta, fasilitas ini adalah standar N + 1 (redundant) untuk sistem daya dan pendingin, yang digunakan untuk mendukung operasi 24x7x365 pengguna.

    Pusat data Jakarta adalah Tier-2 berkualitas tinggi, fasilitas netral operator yang menawarkan solusi pusat data yang mumpuni.

    Biznet Data Center (BDC) telah memperoleh 4 sertifikasi yaitu Tier III Design by Uptime Institute, Tier III Facility by Uptime Institute, PCI - DSS dan  ISO/IEC 27001. Hal ini menjadi komitmen nyata dari Biznet Data Center (BDC) untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dan tingkat keamanan secara menyeluruh, serta mampu bersaing dengan kompetitor yang berskala global.


  2. neuCentrIX

    Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Data Center (Pusat Data)

    Sumber: 
    republika.co.id

    neuCentrIX (Neutral Cloud & Internet Exchange) merupakan Data Center dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau yang sering dikenal Telkom.

    Data Center ini merupakan Data Center Telkom yang ke-18 di Indonesia. Saat ini neuCentriX terdapat di 13 kota besar Indonesia.

    neuCentrIX menghadirkan solusi untuk menghadirkan layanan data center berkapasitas tinggi dan aman.

    neuCentrIX berfokus menyediakan layanan Data Center tingkat atas yang efisien secara ekonomi bagi bisnis atau perusahaan kecil maupun besar di Indonesia.

    Dengan cakupan luas yang miliki, neuCentrIX bertujuan untuk memberikan kenyamanan pusat data yang merata dan lancar di semua lokasi.


  3. Alibaba Cloud

    Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Data Center (Pusat Data)

    Sumber: id.alibabacloud.com

    Alibaba Cloud atau yang juga dikenal sebagai Aliyun resmi membangun Data Center yang pertama di Indonesia pada tahun 2018, kemudian Data Center  yang kedua pada tahun 2019.

    Alibaba Cloud memiliki pengguna sekitar 2,3 juta diseluruh dunia dan merupakan penyedia layanan Data Center satu-satunya di Indonesia yang berasal dari Asia.

    Rangkaian produk yang ditawarkan antara lain big data, elastic computing, layanan database, keamanan, jaringan hingga middleware untuk analisis.

    Hingga saat ini, Alibaba Cloud telah mempunyai tiga data center di Indonesia, dimana yang ketiga telah di bangun pada juni 2021.

Baca juga: Sejarah Email Dan Perkembangannya

Itulah uraian penjelasan mengenai apa itu Data Center yang dapat saya jelaskan. Mudah-mudahan kalian semua dapat memahaminya dengan mudah.

Data Center sendiri memiliki arti yang sangat luas. Saya sendiri telah berusaha menjabarkan-nya dengan rinci dan membuat struktur yang mudah di pahami. Namun jika ternyata ada penjelasan yang membingungkan mohon dimaklumi.
Sekian dan semoga bermanfaat………

Tarmuji
Tarmuji satutitiknol.com

Post a Comment for "Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Data Center (Pusat Data)"